Showing posts with label TOKOH. Show all posts
Friday, August 15, 2014
Sosok Lodewijk Ngantung Sang Pendekar Kabasaran
"Lodewijk Ngantung Mata hati dan mata tombak Sang Icon Kabasaran"
Ketika beraksi matanya jalang, melotot! Ketika berpentas suara nyaring menggelegar: “I Yayat U Santi…!”. Beribu turis telah disambutnya, beratus pejabat telah menyapanya. Dari tangannya lahir beratus penari kabasaran. Sayang, tak secarik piagam penghargaan yang ia dapatkan dari dedikasinya sebagai motivator, pemerhati, maupun pelaku Tari Kabasaran. Yang ada, yang dipajang di ruang tamu rumahnya yang bersahaja adalah Piagam Penghargaan sebagai Petugas Pemilu dari Menteri Dalam Negeri.
Padahal, lebih dari separuh hidupnya ia telah dedikasikan untuk kemajuan seni tari kabasaran. Memang, dari pengakuan yang tersimpul dari kalimat yang sederhana, sesederhana jalan hidupnya, ia tak membutuhkan itu.Yang ada hanya sebuah kerinduan: Tari Kabasaran jangan punah dari tanah Minahasa!
Diusianya yang ke 78 tahun, ia sudah 52 tahun menari tari simbol keberanian Tou Minahasa. Dan ia akan terus menari, menari, menari, sambil memekit : “ I Yayat U Santi…! Tak peduli di hargai atau tidak, yang penting warisan leluhur ini tetap lestari. Lodewijk Ngantung adalah aktor utama dan penting dalam perjalanan Seni Tari Kabasaran di abad ini. Melalui pemberian dirinya pada perkembangan Tari Kabasaran - tanpa disadarinya ia telah menjadi ikon dari tari Kabasaran itu sendiri.
Atraksi tari dengan ekspresi wajahnya yang garang dengan ciri khas mata kelereng berputar-putar sambil menggigit bibir - seperti harimau kelaparan, justru menjadi suguhan yang menghibur bagi pejabat-pejabat daerah, pusat maupun turis-turis lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Sulawesi Utara. Maka tak heran bila saja orang mengatakan bahwa tanpa Opa Owik, begitu ia disapa, Tari Kabasaran tak mempunyai jiwa. Tanpa kehadirannya, Tari Kabasaran kehilangan identitasnya yang unik.
Begitu melekatnya figur Owik dalam perkembangan Tari Kabasaran, menyebabkan ia telah menjadi ikon Kabasaran itu sendiri.
Buktinya, kakek yang berdomisi di bilangan Kalimpesan, kelurahan Paslaten II, Tomohon ini, selalu menjadi sorotan ribuan kamera para penonton, tamu, maupun media ketika ia sedang beraksi. Pose mata melotot, topi Spanyol berbulu burung, baju merah berjuntai, menggigit bibir, kedua tangan memegang tombak, kuda-kuda Anoa, adalah ciri khas yang telah mendunia milik ayah 8 orang anak ini.
Potret Owik telah menghiasi jutaan album penggemar-penggemarnya, ribuan media telah mencetaknya, melalui kartu pos - wajahnya telah beredar keseluruh penjuru dunia. Pria sederhana kelahiran 29 Juni 1929 ini, telah menjadi maskot pariwisata Minahasa, Sulawesi Utara, dan Indonesia. Ia telah dan masih menjadi duta bangsa, aset dunia seni dan pariwisata, dan maestro di dunia yang gelutinya.
Namun, setumpuk predikat yang melekat padanya, sampai saat ini tak satupun penghargaan yang pernah ia terima dari pemerintah daerah maupun pusat. Pengabdian yang tulus, kerja keras, dan kecintaanya pada seni budaya Minahasa inipun, tak cukup untuk sekedar ‘mengepul asap dapur’ bagi pria yang bekerja sebagai pembantu kantor Kelurahan Paslaten II Kota Tomohon ini. Tetapi, Opa Owik tak pernah kecewa dan putus asa dalam upaya melestarikan budaya leluhurnya, warisan Tou Minahasa sendiri. “Tari Kabasaran so bagitu kita cintai, so susah mo kase lapas,’ tuturnya dengan nada datar.
Semangat Waranei telah terpatri dalam jiwaraganya dan akan terus bergelorah dalam lintasan hidupnya selama pekik I Yayat U Santi masih dan terus membahana di Tanah Minahasa.
Sejatinya, menurut Owik, kabasaran, bukan hanya sekedar atraksi menjemput tamu, pentas seni menghibur orang, dan hiasan kartu pos semata, tetapi juga dan justru penting sebagai potret penyampaian budaya Minahasa yang sarat dengan nilai-nilai keberanian, kerja keras, perjuangan hidup, cinta tanah air, dan bersyukur pada Opo Empung (Tuhan). Menurutnya, intisari dari figur ‘Waranei’ (ksatria Minahasa) yang sebenarnya, seharusnya menjadi bahan baku identitas diri bagi generasi Tou Minahasa dimanapun mereka berada.
‘Mencari garam di luar Wanua ( kampung) untuk di bawah pulang ke Wanua sendiri’ adalah salah satu ‘mata tombak’ yang harus dan segera dilempar kesasarannya yang sebenarnya, yaitu secara sederhana dalam wujut membangun negeri Minahasa dari hati yang paling dalam. Atau dari kacamata ‘anak rantau’, “kumpul doi banya-banya kong bangun itu kampong”. Bukan pulang kampung untuk mencari kekuasaan.
Menurut Owik, keberanian para Waranei Minahasa zaman dulu ketika kejar-kejaran dalam perkelahian dan menari-nari setelah memenggal kepala musuh adalah realitas yang sungguh terjadi dari sejarah panjang kabasaran dan dimensi hidup orang Minahasa. Daya magis yang menggelora dalam diri para Waranei ketika berperang melawan musuh, bukan cerita dongeng semata. Tetapi itu dulu, sudah tak layak kita terapkan di zaman sekarang. Namun, nilai-nilai tersembunyi dari warisan para ksatria Waraney yang perlu kita lestarikan, yakni nilai-nilai keberanian dalam menghadapi ketidakadilan.
****
Banyak kisah dan cerita unik yang pernah dialami penerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri sebagai Petugas Pemilu ini, sebagai Kapiten Tari Kabasaran. Satu pengalaman yang tak terlupakan, ketika tahun 1985, saat hendak pentas di Taman Mini, di anjungan Sulawesi Utara, badannya lemas dan tak ada kekuatan untuk menari. Ada apa ini? Sebelum pakai kostum badannya segar bugar siap tampil, kok somo tampil jadi lotoi begini, katanya membatin ketika itu. Seketika itu juga ia sadar, ia belum berdoa meminta perlindungan kepada yang Kuasa. Dan, seketika itu juga, iapun mengadakan dialog batin dengan Siow Kurur - Dotu Minahasa yang digambarkan mempunyai 9 lutut. Inti dari dialog itu, ia memohon agar jangan dipermalukan. Biarlah ia tampil dengan kekuatan seperti biasa. Usai dialog itu, kekuatannya pulih kembali dan iapun bisa menari menghibur penonton yang sudah menunggu.
Memang, satu kebiasaan sampai sekarang, ketika akan tampil, Owik selalu berdoa memohon perlindungan yang Kuasa. Dan, setelah berdoa ia merasakan dan mendapatkan daya magis dari dotu-dotu Minahasa yang pernah hidup ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu di negeri Malesung. “Setiap kali menari, saya merasakan kehadiran mereka. Tak terlihat tapi dirasakan. Dan saya sering berdialog dengan mereka,”jelasnya. Kebiasaan ini yang membuat suatu ketika ia didekati oleh seorang petinggi daerah dan meminta langsung ‘opo-opo’ agar diberi kekuatan. Iapun menampiknya. Ia tidak memegang ‘opo-opo’ apapun. “Bagaimana kita mo kase kita sandiri nyanda pegang,’ jawabnya langsung kepada petinggi daerah tersebut.
Menurut pemilik tinggi 155 cm ini, darah kabasaran mengalir dari kakek dan ayahnya. Sejak tahun 1955 ia telah ikut kabasaran. Tombak ‘legendaris’ yang selalu dipakainya adalah warisan kakeknya dan pernah dipakai untuk berperang melawan musuh saat kakeknya antara lain pergi mengambil garam di laut Wenang (Manado). Kakeknya, Rotinsulu dan beberapa waranei seperti Lodewijk Gosal di kenal sebagai Kabasaran (cakalele ) ternama di Paslaten Tomohon era 1900-an.
Mata tombak yang panjangnya 40 cm dan pernah berapi ketika dipotret oleh seorang keluarganya itu, juga pernah di teliti dan mendapat pujian “joto”oleh seorang professor asal Jepang. Bahkan, gerakan-gerakan dengan tombak - ciri khas Owik, menurut proffesor itu, merupakan jurus-jurus tombak yang setiap geraknya mempunyai arti dan maknanya sendiri. Sayang, ia sudah lupa nama dan alamat professor itu, ia Cuma berharap ada orang yang mau meneliti setiap gerakan-gerakannya ketika pentas, sebab ia sendiri tidak paham. “Ketika pentas, saya bergerak mengalir begitu saja,” jelasnya.
Satu hal yang tidak banyak orang tahu, dari balik pesona matanya yang kesohor itu, yang pernah membuat seorang gadis ‘bule’ pingsan, dan dicium oleh seorang turis wanita, bahkan pernah menyebabkan puluhan Tentara ( TNI) yang sedang berbaris di Stadian Walian, koca- kacir ketakutan, saat ia sedang beraksi, adalah kenyataan bahwa mata kanannya pernah terjuntai sampai kedagunya dan dimasukkan sendiri ke kelopak matanya - kena serpihan kayu di Desa Kayawu ketika ia sedang menebang pohon setengah abad yang lalu.
Kini, diusianya yang senja, ia masih terus dan akan terus menari sampai Tuhan menghendakinya berhenti. Dan untuk meneruskan ‘darah kabasaran’ dikeluarganya, ia telah menyiapkan seorang anaknya. Muda-mudahan ia menjadi generasi keempat kabasaran dalam keluarganya, harapnya.
Soal regenerasi dalam berkesenian, iapun heran kepada pemerintah seperti setengah hati mengembangkan seni budaya daerah. “Dorang datang kalau lagi perlu, kalau mau jemput tamu atau mo beking acara. Sesudah lenyap.” Tak heran, ia salut pada kebijaksanaan Walikota Tomohon yang mengalokasikan dana untuk tiap desa dalam rangka pengembangan seni budaya. Dan, bangga dengan Benny Mamoto, yang mau berbuat sesuatu bagi pengembangan seni budaya Minahasa.
Menurutnya, pengembangan Tari Kabasaran lebih bagus dimulai dari anak-anak. Agar falsafah dari tari tersebut lebih tertanam serta pemahaman bahwa Kabasaran itu simpul kekerasan dapat dihindarkan.
Begitulah Lodewijk Ngantung, penari tua yang perkasa menggantung asa, harap dan keyakinan, kelak melalui Tari Kabasaran akan lahir waranei-waranei muda yang tahan banting, siap bertanding dan memberi warna di era globalisasi. ****
**** Sebuah profil pelaku seni budaya yg di tulis oleh Recky Runtuwene.
Monday, May 27, 2013
Arsitek Terbaik Indonesia Yang jadi Kebanggaan di Mata Dunia
![]() |
| Gedung MPR/DPR |
Sudah banyak bangunan megah di Indonesia yang diakui hingga manca negara. Namun kadang kesohoran sebuah bangunan megah atau suatu linkungan justru berbanding terbalik dengan pemilik otak dibalik pembangunan bangunan-bangunan yang mendapat apresiasi dunia tersebut. Yap! Arsiteknya! Tanpa adanya arsitek handal, tidak akan mungkin ada bangunan yang spektakuler, termasuk di Indonesia. Tidak banyak orang yang tahu kalau Indonesia juga punya banyak arsitek yang berhasil menciptakan bangunan terbaik di Indonesia. Siapa saja dia?
Y.B Mangunwijaya Pr.
Arsitek satu ini menempati posisi puncak dalam daftar ini karena sumbanganya tidak hanya terbatas pada arsitektur namun juga meresap ke dalam ingatan dan jiwa kita. Dalam bidang arsitektur sendiri lulusan Teknik Arsitektur ITB, 1959 dan Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman, 1966, ini dijuluki sebagai bapak arsitektur modern indonesia. Karyanya yang terkenal adalah Bentara Budaya Jakarta, berbagai gereja dan kawasan pemukiman Kali Code.
Sebagai humanis ia sangat peduli pada masyarakat kecil saat merancangan pemukiman di bantaran Kali Code, tidak berhenti pada pembangunan fisik namun juga pembangunan untuk memanusiakan manusia. Ia memberikan pendampingan pada korban waduk Kedungombo sampai berhasil ke Mahkamah Agung, untuk jasanya itu ia dicap Komunis oleh orde baru. Rohaniawan Katolik ini menempuh pendidikan seminari pada Seminari Menengah Kotabaru, Yogyakarta, yang dilanjutkan ke Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius di Mertoyudan, Magelang.
Ia juga seorang sastrawan yang menghasilkan karya-karya yang dipuji tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Sebut saja Burung-burung Manyar dan Roro Mendut. Romo juga sangat peduli mengenai pendidikan dan mendirikan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar, yayasan pendidikan untuk anak miskin dan terlantar. Ia memang sangat peduli dengan pendidikan dasar sampai-sampai ia pernah berkata “When I die, let me die as a primary school teacher”. Untuk jasanya ia mendapatkan berbagai penghargaan, lengkap untuk setiap bidang yang ia geluti.
Ridwan Kamil
Dalam sebuah profil di laman TEDx, sebuah forum yang mendatangkan berbagai pakar dan praktisi di biduangnya, Ridwan kamil dideskripsikan sebagai berikut :
Ridwan Kamil is among the biggest names in modern Indonesian architecture. As an architect with a love for green, he uses creative design such as maximizing pedestrian walkways to solve urban issues. He is famously known as the designer of Aceh's tsunami museum and Rasuna Epicentrum (Jakarta). His house was made from 30,000 used Red Bull bottles.
Dalam karirnya, selain berhasil berkontribusi dalam pembangunan Museum Tsunami Aceh dan Rasuna Epicentrum, Ridwan Kamil juga diakui karena aktivitas sosialnya dan kontribusinya terhadap masyarakat. Bahkan, Aktivitas sosialnya itu berhasil mendapat perhatian dunia, salah satunya dengan penghargaan yang didapatnya dalam Urban Leadership Award dari University of Pennsylvania pada 2013. Penghargaan tersebut diberikan untuk pemimpin informal kota atau komunitas yang dinilai peduli dan berhasil memberikan sebuah solusi untuk wilayah tertentu dengan menyeimbangakan sektor sosial, ekonomi dan lingkungan. Dan yang cukup membanggakan, Ridwan Kamil merupakan orang Indonesia pertama yang berhasil mendapatkan penghargaan tersebut.
Saat ini, Ridwan Kamil sedang berjuang untuk merubah kota Bandung menjadi lebih baik, yaitu dengan maju sebagai calon walikota bandung dalam pemilukada kota bandung 2013.
Fredrich S Silaban
Fredrich S Silaban, karya-karyanya menghiasi ibukota Jakarta. Siapa yang tidak kenal Monumen Nasional, Gelora Senayan dan tentunya yang paling membangakan adalah Masjid Istiqlal. Bangunan masjid terbesar di Asia Tenggara itu dirancang olehnya melalui sebuah sayembara dan karyanya itu menjadi monumen toleransi di Indonesia. Mengapa? Karena Masjid terbesar di Indonesia dirancang oleh seorang Kristen. Ia menyelesaikan pendidikan formal di H.I.S. Narumonda, Tapanuli tahun 1927, Koningen Wilhelmina School (K.W.S.) di Jakarta pada tahun 1931, dan Academic van Bouwkunst Amsterdam, Belanda pada tahun 1950. Selain Masjid Istiqlal, Monumen Nasional menjadi hasil rancanganya setelah Soekarno memerintahkannya merancang ulang hasil sayembara sebelumnya.
Achmad Noeman
Achmad Noeman terkenal sebagai Maestro Arsitektur Masjid Indonesia. Sudah banyak karyanya seperti Masjid Salman ITB, Masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki, Masjid at-Tin Jakarta, Masjid Islamic Center Jakarta, Masjid Soeharto di Bosnia dan Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Namun karyanya yang melambungkan namanya adalah Masjid Salman di ITB, masjid ini berdiri gagah tanpa kubahnya. Dalam merancang masjid ia berprinsip bahwa barisan shalat tidak boleh terpotong sehingga dalam desain masjidnya tidak ada kolom di dalam bangunan masjid. Ia merupakan salah satu pendiri IAI (Ikatan Arsitek Indonesia).
Ir. Ciputra
Arsitek satu ini dikenal bukan karena karya-karyanya tapi karena kesuksesan usahanya, pandangan hidupnya dan sumbangannya untuk kemajuan kewirausahaan Indonesia. Ia menyelesaikan pendidikan arsiteknya tahun 1960 di ITB. Ciputra lebih dikenal atas pengabdiannya dalam bidang kewirausahaan, terutama di bidang Properti. Bisnis Ciputra yang paling berkembang pesat salah satunya adalah Ciputra Group. Saat krisis moneter melanda Indonesia sekitar tahun 1997 grup usahanya terlilit utang dan mengalami kemunduran namun saat ini telah bangkit dan kembali melakukan usaha di Indonesia dan luar negeri.
Saat ini kegiatan utamanya adalah melakukan pendidikan kewirausahaan, ia mendirikan sekolah dan Universitas Ciputra untuk memempersiapkan lulusannya menjadi pengusaha. Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepadanya, yakni sebagai entrepreneur peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan entrepreneurship kepada dosen terbanyak.
Soejodi Wirjoatmodjo
Tahukah Anda siapa arsitek dari gedung MPR/DPR yang sangat ikonik itu? Soejodi Wirjoatmodjo merupakan seorang arsitek berbakat yang memenangkan sayembara untuk desain gedung MPR/DPR tersebut (dahulu gedung Conefo (Conference of the New Emerging Forces)). Ia merupakan arsitek lulusan ITB dan mengenyam pendidikan arsitek melalui beasiswa di Perancis di Ecole Superieure National des Beaux Arts, Paris dan Hoogeschool, Delft, Belanda. Karya-karyanya antara lain Gedung Sekretariat ASEAN, Gedung Kedubes Prancis di Jakarta, Gedung Konsulat Indonesia di Beograd, Gedung KBRI di Kuala Lumpur, dan Stasiun PLTA di Karang Kates, Jawa Timur. Selain itu, Soejoedi turut merancang masterplan tata kota Kotamadya Pontianak, Kalbar, masterplan daerah pariwisata Nusa Dua, Bali, dan masterplan pengembangan pariwisata Jawa Tengah. Warisannya adalah membawa bentuk arsitektur non-tradisional sebagai inspirasi arsitek-arsitek muda, rancangannya memberikan ruang interaksi sosial tanpa mengorbankan lingkungan sekitar.
Han Awal
Banyak yang tahu gedung arsip nasional, salah satu gedung kebanggaan Indonesia. Namun, belum banyak yang tahu siapa salah satu arsitek yang ada di balik pembangunan gedung tersebut. Han Awal merupakan arsitek yang ikut berkontribusi dalam pembangunan Gedung Museum Arsip Nasional (pemugaran). Han menyelesaikan pendidikannya dari pendidikan arsitek di Technische Hoogeschool di Delft, Belanda dan kemudian Technische Universitat, Berlin Barat, dan lulus tahun 1960. Dalam karirnya, Han dikenal sebagai arsitek pemugaran (konservationis) bangunan-bangunan tua, karya pemugarannya meliputi Gereja Katedral Jakarta, Gedung Arsip, Gedung Bank Indonesia Jakarta Kota dan Gereja Immanuel. Untuk sumbangannya di bidang budaya ini ia mendapatkan penghargaan rofesor AA Teeuw, guru besar kajian budaya Indonesia di Universitas Leiden, Belanda. Penghargaa itu diberikan dua tahun sekali sejak 1992 kepada warga Indonesia atau Belanda yang dinilai berjasa meningkatkan hubungan kebudayaan kedua negara
Hendra Hadiprana
Arsitek satu ini karyanya berada di Hong-Kong: Ramayana Galleries Hotel Hilton dan Bank Niaga Indonesia. Selain itu karyanya juga meliputi hotel-hotel di Indonesia, klienya termasuk keluarga dekat Soeharto. Karya paling barunya yang bisa dilihat adalah Gedung Universitas Bina Nusantara dan Bandara di Kalimantan Timur. Bersekolah di Akademie Minerva Afdeling Architektuur, Groningen, Negeri Belanda, arsitek satu ini kemudian mendirikan Hendra Hadiprana Architech and Interior Design.
Sumber:
Kompas.com
Youtube.com
Tuesday, May 21, 2013
Robert Kearns, Ilmuwan yang Berani Menentang Korporasi Raksasa
Banyak hal-hal di dunia ini yang lebih penting dari uang. Prinsip itu dipegang teguh oleh Robert Kearns, seorang Doktor di bidang teknik pada Case Western Reserve University.
Maka ketika temuannya yang telah dipatenkan berupa kipas kaca intermittent (windscreen wiper) pada mobil dibajak oleh Ford Motor Company, dia berjuang menuntutnya. Tawaran uang damai yang menggiurkan dari Ford ditolaknya.
Kearns hanya menginginkan satu hal: temuannya diakui publik dan Ford harus meminta maaf kepada publik melalui media karena telah mencuri idenya. Ford menolaknya. Dan hukum dan perjuangan untuk keadilan pun berlanjut melalui pengadilan.
Butuh 12 tahun bagi Kearns untuk memperjuangkan keadilan atas dirinya. Dalam kurun waktu itu, dia sempat menjadi gila sesaat, waktunya untuk keluarga tidak ada, dan bahkan dia harus berpisah dengan istrinya.
Yang paling menarik, semua pengacara yang membelanya mengundurkan diri. Pengacara itu beralasan sulit mengalahkan korporasi raksasa secara hukum. Kearns pun berjuang sendiri di pengadilan dibantu anak-anaknya.
Perjuangan Kearns berujung sukses. Ford dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus membayar 10 juta dollar kepada Kearns. Dalam perjalanannya, Chrysler Corporation yang juga memakai ide Kearns diwajibkan membayar 18,5 juta dollar kepada Kearns.
Kearns mendapatkan semuanya: keadilan dan kesejahteraan, sebelum dia meninggal dunia pada 2005 di usia 77 tahun. “Ini bukan soal uang, tapi soal salah dan benar,” kata Kearns.
Kipas kaca intermittent adalah teknologi yang berguna menghapus kaca ketika hujan. Kini, teknologi itu dipakai oleh ratusan juta mobil di dunia. Tidak hanya mobil, tapi juga kereta api dan kapal laut.
Referensi: Artikel Flash of Genius, oleh John Seabrook (dimuat di The New Yorker dan difilmkan oleh Marc Abraham denga n judul yang sama).
Thursday, May 16, 2013
JACOB AUE SOBOL: POTRET KEMANUSIAAN PENUH EMOSI
![]() |
| Jacob Aue Sobol. |
Berasal dari keluarga fotografer di Denmark, Jacob Aue Sobol menjelma menjadi salah satu fotografer human interest terbaik di abad 21. Ciri khas fotonya yang selalu menggunakan kamera analog dan film hitam putih di era digital membuat Jacob Aue Sobol sangat berbeda dengan fotografer lainnya.
Foto essay dari fotografer kelahiran tahun 1976 ini di Greenland, Guatemala, dan Tokyo berhasil membuat dirinya masuk kedalam jajaran fotografer jurnalistik terbaik di dunia yang tergabung dalam Magnum Photo pada tahun 2007 silam.
“Beberapa kali saya mencoba untuk menggunakan film berwarna dan kamera digital tapi saya nggak merasakan emosinya dan hasilnya nggak punya makna yang dalam. Dengan menggunakan kamera digital, saya selalu memiliki keinginan untuk melihat hasil jepretan saja, begitu juga orang yang saya foto. Dengan kamera analog kecil, saya bisa lebih mementingkan chemistry saya dengan objek, cara ini juga yang berhasil memertahankan ciri khas karya yang saya hasilkan,” ujar fotografer yang saat ini tinggal di Bangkok, Thailand.
Saat umurnya baru menginjak 23 tahun, Jacob mulai mengabdikan hidupnya untuk fotografi. Memotret sisi kemanusiaan dari berbagai penjuru dunia berhasil membuat setiap fotonya penuh dengan emosi. Puncaknya adalah pada tahun 2006 saat ia mengabadikan kehidupan ia di Tokyo, Jepang.
Foto essay yang diberi judul I, Tokyo ini mengisahkan tentang pandangan Jacob sebagai orang asing yang tinggap di lingkungan baru dan memiliki budaya yang sangat berbeda. Fotonya yang out of the box baik dari segi konten, angle, dan teknis membuat hasil karyanya menonjol dari karya fotografer lain. Bahkan, nggak jarang pula saat ia memotret, Jacob lebih banyak mengandalkan insting dibandingkan dengan akal sehatnya.
“Saya selalu berusaha untuk menggunakan insting saat memotret. Karena saat foto tersebut irasional dan aneh saat itu juga foto menjadi hidup. Foto bisa berubah menjadi sesuatu, bukan hanya sebagai media untuk menampilkan saja,” jelasnya.
Puncak karirnya ia dapatkan lewat I, Tokyo. Lewat karya ini ia meraih banyak penghargaan seperti Fogtdal Photographers Award, Leica European Publishers Award pada tahun 2008, dan UNICEF Germany Photo of the Year Awards: Honorable Mention di tahun 2009 lalu. Karya-karyanya selalu mengedepankan human interest dan emosi, bahkan nggak jarang kalau beberapa fotonya kurang mementingkan sisi teknis.
“Sebisa mungkin saya selalu berusaha untuk menghubungkan antara emosiku dengan foto yang saya ciptakan. Bagiku, foto dengan grain dan kontras yang tinggi sangat mewakili perasaan yang ingin saya sampaikan. Baik itu berhubungan dengan cinta atau ketakutan,” jelasnya.
Ingin melihat karya-karya Jacob Aue Sobol lainnya, bisa anda lihat di website miliknya KLIK DISINI
Sumber : Hai.
Foto : Jacob Aue Sobol
Tuesday, March 12, 2013
Peretas paling seksi sejagat akan dijebloskan ke penjara
Gidion Yuris Triawan
CANTIK
,
HACKER SEKSI
,
MASALAH WANITA
,
NEWS
,
TEKNOLOGI
,
TOKOH
,
WAJAH CANTIK
,
WANITA
No comments
:
Namanya Kristina Vladimirovna Svechinskaya. Dia dijuluki sebagai peretas paling seksi sejagat. Namun, Kristina harus siap-siap mendekam di balik jeruji besi setelah dengan berani mencuri uang dari beberapa bank di Amerika Serikat dan Inggris. Vonis terhadap perempuan 24 tahun ini akan dilakukan April mendatang.
Situs businessinsider.com melaporkan, Selasa (5/3), Kristina dan 37 orang lainnya diduga telah menggunakan rekening dan paspor palsu serta sebuah perangkat lunak Trojan untuk menguras Rp 29 miliar milik bank di Amerika dan Rp 87 miliar dari bank di Inggris. Perempuan asal Rusia itu bertanggung jawab untuk memindahkan uang yang diperoleh secara ilegal ke rekening lain.
Kristina dikabarkan memang termasuk dalam kelompok itu. Ini lantaran dia memiliki kenalan dengan para peretas dan teknisi, selain kemampuannya untuk mendapat paspor palsu.
Biro Investigasi Federal (FBI) menyebut kasus pembobolan bank dilakukan kelompok Kristina merupakan salah satu kasus kejahatan terbesar di dunia maya yang pernah mereka selidiki terkait penggunaan Trojan sebagai alat untuk mencuri kata sandi pemilik rekening. Kelompok ini menggunakan kata sandi itu untuk memindahkan uang setidaknya Rp 19 miliar per bulannya.
Penyelidik FBI tidak disebutkan namanya mengatakan kejahatan dilakukan kelompok Kristina merupakan kejahatan terorganisir dan direncanakan di negara Eropa timur. Namun, kelompok ini beraksi di Kota New York.
"Kristina diduga telah membuka lima rekening dengan menggunakan nama asli dan nama samaran dia, yakni Anastasia Opokina dan Svetlana Makarova, di Bank of America dan Wachovia," tulis penyelidik itu.
Kristina dilaporkan telah meninggalkan kehidupan serba kekurangan di Rusia. Ayahnya sudah meninggal sedangkan ibu dan neneknya tinggal di lingkungan miskin. Dia merupakan satu dari empat mahasiswa Universitas New York yang terlibat dalam aksi pencurian itu.
Pengadilan menyatakan Kristina terbukti bersalah pada 19 November 2010 lalu dan dituntut lebih dari 40 tahun penjara.
(merdeka/11/3/13)
Saturday, March 9, 2013
Sejarah Perusahaan Minyak Shell Lahir di Indonesia
Presiden Direktur Shell Indonesia, Darwin Silalahi, menceritakan sebuah sejarah penting perusahaan Shell yang kini bermarkas di Eropa itu. Menurut Darwin, keberadaan Shell tak bisa dilepaskan dari Indonesia.
Darwin mengatakan tak semua orang tahu bahwa perusahaan multinasional Shell pada awalnya melakukan bisnisnya di Indonesia tepatnya di area perkebunan Telaga Said, Deli, Sumatera Utara, di masa Indonesia masih jajahan Belanda. Adalah seorang mandor perkebunan Hindia Belanda, Aeliko Jans Zijklert, pada tahun 1880 menemukan cairan hitam di perkebunan tersebut.
Sampel cairan tersebut lalu dikirim Zijklert ke Batavia untuk diteliti. Setelah mengetahui cairan hitam itu adalah minyak bumi, ia pun memutuskan berhenti menjadi mandor dan kembali ke negeri asalnya, Belanda. "Ia menawarkan idenya kepada orang Belanda yang ahli dalam bidang pengeboran untuk diajak memulai bisnis migas," tutur Darwinbercerita di Fakultas Ekonomi Bisnis, UGM, Sabtu 9 Maret 2013.
Satu tahun setelah pulang ke Belanda, Zijklert datang ke Deli untuk melakukan pengeboran minyak bumi. Namun pengeboran pertama ternyata tidak berhasil karena sumber minyak bumi dalam sumur yang dibor ternyata kering. Dia pun tidak putus asa, lalu melakukan pengeboran di Telaga Said 2 dan akhirnya berhasil.
“Itu penemuan minyak pertama di Indonesia. Itu juga yang memulai berdirinya industri migas yang kini dinamakan Shell,” kata Darwin.
Meski perusahaan ini beroperasi pertama kali di Indonesia, seiring perjalan waktu perusahaan ini sudah berevolusi menjadi perusahaan migas terbesar di dunia. Tidak hanya bidang minyak bumi namun juga perusahaan ini merambah pada LNG bahkan menjadi pelopor kemajuan inovasi pengolahan gas bumi menjadi energi.
"Hal yang patut dicontoh dari perkembangan Shell," ujar Darwin, "seseorang yang mau meninggalkan zona kenyamanan lalu terjun menjadi wirausaha. Dari seorang mandor beralih ke zona tidak aman menjadi seorang pengusaha," katanya.
(viva/9/3/13)
Friday, March 8, 2013
Tiga Wanita ini Jagoan Teknologi
Meski masih bisa dihitung dengan jari, ternyata cukup banyak juga perempuan jagoan yang berkiprah di dunia teknologi. Tokoh-tokoh ini bisa menjadi inspirasi bagi perempuan yang menyukai teknologi.
Anita Borg Institute (ABI, anitaborg.org), sebuah lembaga nonprofit yang fokus dalam kegiatan untuk memajukan kaum perempuan di bidang engineering dan ilmu komputer, belum lama ini mengumumkan para peraih penghargaan "Women of Vision Awards 2013".
Penghargaan ini diberikan kepada para perempuan yang telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap dunia teknologi. Mereka dinilai mampu menciptakan perubahan positif dan melayani masyarakat melalui teknologi dan inovasi yang mereka kembangkan.
Ada tiga jagoan perempuan di bidang teknologi yang terpilih untuk mendapatkan penghargaan tersebut, yakni Genevieve Bell, Vicki Hanson, dan Maja Mataric. Siapakah mereka?
1. Genevieve Bell
Genevieve Bell adalah Director of Interaction and Experience Research di Intel Labs. Peneliti perempuan berlatar belakang pendidikan antropologi ini sudah berkiprah di dunia teknologi selama 15 tahun. Di Intel, Bell bertugas mencari tahu bagaimana cara mengembangkan gadget yang disukai oleh banyak orang.
Beberapa tahun lalu, Intel meminta Bell membangun sebuah unit R&D (riset dan pengembangan) untuk membantu perusahaan menciptakan produk-produk komputasi masa depan. Tim yang dipimpin Bell beranggotakan para ilmuwan komputer serta para desainer dan peneliti di bidang sosial. Mereka meneliti soal interaksi manusia dengan komputer. Berdasarkan masukan dari tim asuhan Bell itulah, Intel menciptakan produk-produk dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan banyak orang.
Berkat kepiawaiannya, ABI memberikan penghargaan Women of Vision Awards di bidang kepemimpinan kepada Bell. Sebelumnya, pada tahun 2010, Fast Company memasukkan nama Bell ke dalam daftar "100 Orang Paling Kreatif dalam Bisnis".
2. Vicki Hanson
Vicki Hanson adalah profesor di University of Dundee dan salah seorang peneliti di IBM Research. Spesialisasi risetnya adalah untuk menciptakan teknologi bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus.
Hanson bergabung dengan tim IBM Research pada tahun 1986.
Di IBM, Hanson langsung mendirikan tim Accessibility Research yang fokus pada isu perubahan teknologi. Dia juga meneliti isu-isu yang berhubungan dengan kemampuan kognitif, bahasa, dan proses penuaan yang dapat menghambat penggunaan teknologi. Singkat kata, Hanson membantu perusahaannya dalam memahami bagaimana sebaiknya menciptakan software dan teknologi.
Kepada Hanson, ABI memberikan penghargaan Women of Vision Awards di bidang social impact (dampak sosial). Sebelumnya, Hanson dan timnya juga telah mendapatkan banyak penghargaan karena telah menciptakan berbagai teknologi yang bermanfaat bagi para orang tua dan orang-orang dengan kebutuhan khusus.
3. Maja Mataric
Maja Mataric adalah profesor di bidang pediatri dan robotika di University of Southern California. Di universitas tersebut, Mataric juga yang berperan mendirikan pusat riset dan lab robotika. Melalui penelitiannya, profesor ini menciptakan robot bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus. Contohnya, para pasien stroke, anak-anak autis, serta para orangtua yang menderita Alzheimer.
Berkat kepiawaiannya di bidang robotika, Mataric mendapatkan hibah dari pemerintah untuk mengembangkan materi kurikulum open-source yang gratis mengenai robotika untuk murid-murid sekolah dasar dan menengah agar mereka tertarik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mataric dianugerahi penghargaan Women of Vision Awards di bidang inovasi.
@[kompas/07/03/2013]
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)


















